PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN SOFT TISSUE TUMOR RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG

Penulis

  • Sindi Senora Djaguna Universitas Karya Husada Semarang
  • Amrih Widiati Universitas Karya Husada Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55984/leleani.v5i1.233

Kata Kunci:

Nyeri, Soft tissue tumor, Terapi Relaksasi Nafas Dalam, Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang

Abstrak

Soft tissue tumor   (STT) adalah benjolan atau pembengkakan yang abnormal yang disebabkan oleh neoplasma dan non-neoplasma yang berhubungan dengan pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-selnya tidak tumbuh seperti kanker, yang disebabkan oleh neoplasma yang terletak antara kulit dan tulang.. Penelitian berlokasi   di ruang Nusa Indah Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada pasien  Soft tissue tumor. Partisipan dalam studi kasus berjumlah satu orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dari terapi nafas dalam karena hasil analisis ditemukan adanya penurunan tingkat nyeri pada pasien, dari tingkat nyeri sedang menjadi ringan. Kesimpulan: pemberian terapi relaksasi nafas dalam terbukti sangat efektif karena mampu menurunkan tekanan darah pada penderita Soft tissue tumor   

Referensi

Rohmayani, MS, & Suwito. (2019). intensitas nyeri klien pasca operasi Walikota di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Jurnal Keperawatan, 12(1), 23–29.

Saputri, M. A. (2022). hubungan tingkay kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pra operasi soft tissue tumor dengan general ansietas di RSUD Pringsewu Lampung . Poltekes Kemenkes Jogja.

Shidam, V. B. (2020). benign and malignant soft-tissue tumors. retrieved from https://emedicine.medscape.com/article/1253816-overview

Styowati, & Tiwuk. (2021). diagnosis keperawatan pada pasien pre operasi, intra operasi, dan pasca operasi katarak di kamar operasi RSUD Bangil Pasuruan. Stikes Bina Sehat PPNI.

Sudarsa, I. W. (2019). buku ajaran bedah onkologi. airlangga university press.

Suswita, D. (2019). Efektifitas Penggunaan Electricblanket pada Pasien yang Mengalami Hipotermi Post Operasi di Instalasi Bedal Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(1), 48–56. https://doi.org/10.35952 /jik. v8il.137

Tarwoto, & Wartonah. (2021). kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan (5th ed.).

TIM POKJA SDKI DPP PPNI. (2017). standar diagnosa keperawatan indonesia.

TIM POKJA SIKI DPP PPNi. (2018). standar intervensi keperawatan indonesia

TIM POKJA SIKI DPP PPNI. (2019). standar intervensi keperawatan indonesia.

Zakiudin, A. (2022). keperawatan medikal bedah ii,cirebon:cv.green publisher indonesia e-ISSN: 3031-0105; p-ISSN: 3031-0091, Hal 419-430. DOI: https://doi.org/10.61132/ vitamin. v2i4.787. index.php/Vitamin

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-20

Cara Mengutip

Djaguna, S. S. ., & Widiati, A. (2025). PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN SOFT TISSUE TUMOR RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG. LELEANI : Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 5(1), 18 - 23. https://doi.org/10.55984/leleani.v5i1.233

Terbitan

Bagian

ARTIKEL