PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT PELAKSANA TERHADAP RESIKO TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL DI PUSKESMAS BULI
DOI:
https://doi.org/10.55984/leleani.v5i1.232Kata Kunci:
kepatuhan cuci tangan, infeksi nosocomial, perawat pelaksana, puskesmas buliAbstrak
Kebiasaan cuci tangan petugas kesehatan pada institusi kesehatan merupakan prilaku yang mendasar dalam upaya mencegah peningkatan infeksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kepatuhan cuci tangan terhadap resiko terjadinya infeksi perawat pelaksana di ruang rawat inap Puskesmas Perawatan Buli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dan sekaligus dijadikan sampel yang memenuhi syarat sebanyak 30 orang. Alat analisis yang digunakan dengan uji statistik Mc nemar test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di lihat dari karakteristik responden diketahui sebagian besar responden mempunyai umur antara 20-40 tahun (69,99%), jenis kelamin perempuan (83,34%), tingkat pendidikan Diploma 3 (73,34%), dan lama bekerja antara 5-10 tahun (63,34%), sebagian besar perawat cuci tangan sebelum melakukan tindakan mempunyai tingkat kepatuhan tergolong tidak patuh yaitu sebanyak 18 orang (60,00%), sebagian besar perawat cuci tangan sesudah melakukan tindakan mempunyai tingkat kepatuhan tergolong patuh yaitu sebanyak 23 orang (77,00%), dan tidak terdapat perbedaan (pengaruh) cuci tangan perawat pelaksana terhadap resiko infeksi nosokomial di Puskesmas Perawatan Buli. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan (pengaruh) cuci tangan perawat pelaksana. Kebiasaan cuci tangan harus selalu dilaksanakan oleh perawat
Referensi
Al-Assaf, A. F. (2010). Mutu Pelayanan Kesehatan: Perspektif International. Jakarta: Sagung Seto.
Atrika, D. S. (2011). Perbedaan Angka Kepatuhan Cuci Tangan Petugas di RSUP DR. Kariadi.
Bidang Keperawatan. (2013). Standar Asuhan Keperawatan. Assalam Gemolong, Sragen. Gemolong: RS
Dahlan, M.S. (2009). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan (Edisi keempat). Jakarta: Salemba Medika.
Damanik SM. (2011). Kepatuhan hand hygiene di Rumah Sakit Immanuel Bandung. (tesis): Universitas Padjajaran, Bandung.
Darmadi, (2008). Infeksi Nosokomial problematika dan pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika
Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan: Panduan melaksanakan dan menerapkan hasil penelitian. Jakarta: Trans Info Medika
Ernawati. (2014). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang kepatuhan cuci tangan. Karya Tulis Ilmiah Universitas Di Ponegoro Semarang.
Emiliyawati, (2010). Tindakan Kewaspadaan Universal Untuk Mengurangi Resiko Penyebaran infeksi. Bandung: FIK Univ Padjajaran.
Hastono, & sabri. (2010). Statistik Kesehatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hasibuan. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2011). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah sakit dan fasilitas pelayanan Kesehatan lainnya. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI
Notoatmodjo. (2010). Metedologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor.382/ Menkes/SK/III2007 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Saryono. 2011. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni. (2011). Statistika untuk penelitian. Yogyakarta: Graha ilmu
Sastroasmoro. (2010). Dasar dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto
Sumantri. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kencana
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arni Arni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.