PENGENALAN EKOSISTEM DAN SUMBERDAYA PESISIR BAGI SISWA SEKOLAH MINGGU SEKTOR LATTA JEMAAT GPM RUMAHTIGA KOTA AMBON

Penulis

  • Gratia D. Manuputty Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura - Pusat Kemaritiman dan Kelautan, Universitas Pattimura
  • Eva Susan Ratuluhain Pusat Kemaritiman dan Kelautan, Universitas Pattimura
  • Yunita A Noya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura - Pusat Kemaritiman dan Kelautan, Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.55984/hirono.v3i1.133

Kata Kunci:

Pengenalan, ekosistem, sumberdaya, pesisir, siswa Sekolah Minggu

Abstrak

Ekosistem pesisir utama adalah mangrove, lamun, dan terumbu karang, dengan berbagai sumberdaya di dalamnya. Pengenalan ekosistem pesisir serta sumberdayanya dapat dilakukan sejak dini, dan hal ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran mengenai pentingnya ekosistem pesisir bagi manusia. Anak-anak yang tergabung dalam SMTPI Sektor Latta Jemaat GPM Rumahtiga juga merupakan penduduk wilayah kota Ambon yang perlu memiliki tanggung jawab sejak dini akan lingkungan hidupnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan pada hari Kamis, 20 April 2023, dengan target dari kegiatan ini adalah seluruh siswa dan guru SMTPI Sektor Latta Jemaat GPM Rumahtiga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode pembelajaran kreatif menggunakan media peraga interaktif yang telah dipersiapkan oleh tim pelaksana PkM. Pada pelaksanaannya, siswa SMTPI dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jenjang (pembagian jenjang didasarkan pada umur anak), yaitu jenjang Anak Kecil (7-9 tahun), Anak Tanggung (10-12 tahun), dan Anak Remaja (13-15 tahun). Mekanisme kegiatan PkM yang berlangsung dibagi atas 3 bagian utama, yaitu sosialisasi dengan penerapan metode pembelajaran kreatif, pengayaan materi melalui metode ceramah, evaluasi kelompok.

Referensi

Coral Cay Conservation (CCC). 2013. Coral Reef Ecology. 10 p.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 412 h.

Darsono, P. 1999. Pemanfaatan Sumberdaya Laut dan Implikasinya bagi Nelayan. Oseana, 24(4): 1-9.

Ely, A. J., Tuhumena, L., Sopaheluwakan, J., & Pattinaja, Y. (2021). Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove di Negeri Amahai. Triton: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 17(1), 57–67. https://doi.org/10.30598/TRITONvol17issue1page57-67

Khouw, A. S. 2016. Metode dan Analisa Kuantitatif dalam Bioekologi Laut. CV. Alfabeta. Bandung. 316 h.

Mukhtasor. 2007. Pencemaran Pesisir dan Laut. PT. Pradnya Paramita. Jakarta. 332 h.

Nordhaus, I., Wolff, M., & Diele, K. (2006). Litter processing and population food intake of the mangrove crab Ucides cordatus in a high intertidal forest in northern Brazil. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 67(1–2), 239–250. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2005.11.022

Suharsono, 2008. Jenis-Jenis Karang Di Indonesia. Jakarta: LIPI Press.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-08-17

Terbitan

Bagian

ARTIKEL